LDK Baabul Falahiyyah STIA Banten Kunjungi Islami Book Fair 2018.

 

Membaca adalah salah satu budaya ilmiah yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa, karena Dengan membaca mahasiswa dapat memahami dan mengerti akan sesuatu hal yang belum pernah diketahui, tidak hanya pengetahuan yang baru, yang sudah pernah dibaca pun, dapat diulangi kembali untuk sekedar mengingatkan kembali.
Kegiatan literasi tersebut memiliki banyak segudang manfaat, selain memberikan pemahaman tentang sumber pengetahuan, juga sebagai obat dan asupan gizi untuk otak kita.
Bersamaan dengan peringatan hari buku sedunia yang jatuh pada tanggal 23 april 1995, UKM LDK Baabul Falahiyyah STIA Banten, menyelenggarakan kegiatan Wisata Literasi Islam pada kegiatan Islamic Book Fair (IBF) 2018 di gedung Jakarta Covention Center, kegiatan IBF yang dilaksanakan dari tanggal 18-22 April 2018 tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung, seperti yang sampaikan oleh salah satu panitia IBF 2018 tsb.
Tepat di tanggal 22 april 2018, hari minggu, sebanyak 32 orang pengurus dan anggota LDK Baabul Falahiyyah STIA Banten mengunjungi pameran buku ter besar se Asia Tenggara tersebut.
Pembina LDK Baabul Falahiyyah, Ahmad Didi Rosyadi, yang mempelopori kegiatan Wisata Literasi islam tersebut mengungkapkan bahwa, kunjungan Wisata Literasi Islam ini semata mata dilakukan sebagai bentuk perhatian lembaga dan motivasi pada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dengan membaca. Berwisata tentu tidak hanya mengunjungi suatu tempat rekreasi hiburan untuk menghilangkan kepenatan dan stres, tetapi berwisata literasi pun menjadi sarana utk menambah pengetahuan dan referensi buku yang sedang kita cari. Ungkap Didi.
Salah satu mahasiswa Angga mengatakan dirinya sangat senang dengan kegiatan wisata literasi ini, karena selain kita dapat mencari referensi buku yg kita butuhkan, kita jg dapat mengikuti beberapa acara yg disediakan oleh panitia seperti Bedah Buku dengan penulisnya langsung, talkshow, penampilan kreatif seni dan lain sebagainya. Saya pasti akan kembali lagi ke sini insyaallah tahun depan diacara yg sama.pungkasnya sambil tersenyum penuh semangat.
Selain kunjungan ke IBF kami pun mengunjungi Musium Kota Tua yang berada di Jakarta, untuk mengingat kembali zaman penjajahan yang saat itu Jakarta masih bernama batavia.
Tepat pukul 18.30, selesai melaksanakan shalat magrib berjamaah, kami pun kembali ke Pandeglang.