INHOUSE TRAINING METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF BAGI DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI MAHASISWA DI LINGKUNGAN STIA BANTEN

Dimungkinkannya mahasiswa STIA Banten melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penyusunan skripsinya, menuntut pula adanya penguasaan dua pendekatan tersebut secara lebih mendalam bagi dosen pembimbing skripsi.  Melalui penguasaan metodologi penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif diharapkan dosen STIA Banten dapat membantu dan mengarahkan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang lebih bermutu.Hal inilah yang melatarbelakangi LPPM STIA Banten mengadakanInhouse Trainingmengenai Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Bagi Para Dosen Pembimbing Skripsi di Lingkungan STIA Banten.Demikian yang disampaikan ketua LPPM STIA Banten, Dra. Atik Atiatun Nafisah, MM dalam laporannya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari; kamis dan jumat, tanggal 12 dan 13 Januari 2017 bertempat di ruang 102 kampus STIA Banten.Sedangkan narasumber selain berasal dari internal STIA Banten yaitu Dr. Dirlanudin, M.Siyang menyampaikan materi tentang Metodologi Penelitian Kuantitatif; jugaberasal daripihak eksternal yaituAhmad Hamid, Ph.Ddari UNTIRTA yang menyampaikan materi tentangMetodologi Penelitian Kualitatif.

Ketua STIA BantenIr Pryo Handoko, MM, dalam sambutannya mengatakan bahwa merupakansuatukebutuhan yang mendasarbagiparailmuwankhususnyadosendanmahasiswauntukbisamelakukan penelitiansesuaidenganbangunanmetodologisdankerangkaberfikir yang logis, sistematisdanfenomanal.  Secara umum, pendekatan penelitian yang cukup dominan adalah paradigma penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.  Meskipun dalam tataran praktis perbedaan antara kedua pendekatan tersebut seperti nampak sederhana dan hanya bersifat teknis, namun secara esensial keduanya mempunyai landasan epistemologis/filosofis yang sangat berbeda.  Olehkarenanya, bagi sebagian besar dosen pembimbing skripsi di lingkungan STIA Banten, terdapat kecanggungan manakala harus membimbing mahasiswa yang melakukan penelitian dengan pendekatan yang berbeda dengan pemahaman dan pengalaman pendekatan penelitian yang dimilikinya.  Artinya, jika dosen pembimbing sebelumnya tidak memiliki pemahaman dan pengalaman cukup dalam melakukan penelitian dengan pendekatan yang sejenis dengan pendekatan penelitian yang dilakukan mahasiswa bimbingannya, maka akan terdapat kesenjangan pengetahuan yang nantinya berdampak pada mutu skripsi yang dihasilkan mahasiswa tersebut.  Karenanya, beliau menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut dan berharap kedepannya kualitas skripsi yang dihasilkan mahasiswa semakin meningkat, dan tidak ada lagi plagiat dalam penyusunan tugas akhirnya.